Kamis, 19 Maret 2009

BAHAS PEMBANGUNAN MASJID ISLAMIC CENTRE


Pemkab dengan para tokoh Islam Kuningan terus merapatkan barisan guna lebih mematangkan rencana pembangunan Kuningan Islamic Centre (KIC). Sebagai tindak lanjut, mereka kembali menggelar rapat di sekretarat pembangunan KIC, Masjid Agung Syiarul Islam, kemarin malam (17/3). Pembahasan kali ini lebih terfokus kepada rencana peletakan batu pertama pembangunan masjid KIC. Pembangunan masjid KIC yang terletak di Jalan Lingkar Baru Cijoho-Cirendang itu membutuhkan anggaran Rp13 miliar. Dana sebesar itu sudah dipersiapkan dari sumbangan pengusaha sukses Kuningan, Ir Iman Taufik.

Humas panitia pembangunan KIC, DR Didin Nurul Rosyidin, menjelaskan, KIC ini akan dibangun oleh pemkab atas usulan dari komponen Islam Kuningan. Panitia pembangunannya pun sudah dikukuhkan oleh Pak Bupati dalam Mubes FKPP (Forum Komunikasi Pondok Pesantren) Januari 2009 lalu.

Disebutkan, lokasi pembangunan KIC akan dilakukan di atas tanah milik Pemkab Kuningan seluar 7,5 hektare di Jalan Lingkar Baru Cijoho-Cirendang. Pembangunan KIC akan dimulai oleh peletakan batu pertama pembangunan masjid, tanggal 24 April 2009 nanti. Rencananya, peletakan batu pertama masjid KIC akan dihadiri oleh Menteri Agama RI H Maftuh Basyuni, Ketua DPD RI Prof DR H Ginandjar Kartasasmita, Gubernur Jawa Barat H Ahmad Heriyawan, serta tokoh-tokoh nasional asal Kabupaten Kuningan lainnya.

KIC akan dibangun dua tahap. Tahap pertama terlebih dulu akan dibangun Masjid. Sementara fasilitas lainnya seperti Asrama Ma’had Aly, gedung perkuliahan Ma’had Aly, Asrama Haji dan lain-lain akan dilaksanakan pada tahap kedua. Masjid KIC, akan dibangun berlantai tiga. Lantai pertama akan didesain sebagai Kuningan Convention Hall, lantai kedua berfungsi sebagai tempat ibadah dan lantai ketiga untuk fasilitas penunjang lainnya. Total luas keseluruhan masjid sekitar 2.938 m2.

Disamping itu, masjid KIC akan didukung oleh menara setinggi 17 meter. Menara itu akan menjadi simbol jumlah rakaat salat wajib. Sedangkan total dana yang dibutuhkan untuk masjid KIC mencapai Rp13 miliar.

Bupati H Aang Hamid Suganda menjelaskan, pembangunan KIC telah sesuai dengan visi dan misi kepemimpinannya untuk menjadikan Kuningan lebih sejahtera berbasis pertanian dan pariwisata yang maju dalam lingkungan lestari dan agamis tahun 2013. KIC merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan Kuningan agamis, sekaligus menjadi sarana untuk mempersatukan umat dalam menyongsong tantangan lebih berat ke depan.(rdr)


--==oOo==--


MASYARAKAT JANGAN TERBUJUK CALO



PEMKAB Kuningan melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) menginginkan TKI asal Kuningan tidak bernasib malang. Karena itu, kemarin (17/3), pemkab kerjabareng Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Bandung, PT Amalindo Langgen Jakarta, dan PT Alfat Jakarta memberikan orientasi penyuluhan dan pelatihan tenaga kerja (naker) Indonesia bagi masyarakat Kuningan. Kegiatan itu dipusatkan di balai Desa Sidamulya, Kecamatan Jalaksana.

Dalam arahannya, Kadis Nakertransos Ir H Jajat Sudrajat MSi memberi trik agar calon TKI asal Kuningan tidak menjadi korban penipuan.Pihaknya ingin calon TKI tidak berangkat ke luar negeri melalui orang atau sponsor yang menjanjikan pekerjaan ringan dengan gaji tinggi hanya berbekal paspor atau tanpa paspor sama sekali.

Sebelum berangkat, pihaknya meminta masyarakat untuk memastikan bahwa orang yang menawarkan pekerjaan ke uar negeri tercatat di kantor Dinas Tenaga Kerja sebagai PPTKIS. Jika masih ragu, bisa menghubungi instansi resmi dan ikuti prosedur penempatan TKI yang benar. Disamping itu, jangan buru-buru menyerahkan biaya sebelum mendapat informasi yang benar.

Kadis Nakertransos Ir H Jajat Sudrajat MSi berpesan, jika di luar negeri tidak memperoleh gaji, diperlakukan tidak manusiawi, di-PHK tanpa alasan, mengalami pelecehan seksual, jangan takut menuntut hak kepada majikan. Jika kesulitan, hubungi dan minta bantuan kepada agen, PPTKIS, KBRI, atau KJRI guna menyelesaikan masalah secara musyawarah atau secara hukum.(rdr)

--==oOo==--

Selasa, 17 Maret 2009

PEDAGANG TERPAKSA KOSONGKAN PASAR BARAT


Akhir pekan kemarin, para pedagang pasar barat Cilimus mulai mengosongkan tempat usahanya. Pengosongan merupakan langkah penyelamatan atas aset mereka, akibat terjadi pengosongan secara paksa oleh pihak-pihak tertentu.

Menurut liputan kuningannews, pengosongan dilakukan pada hari Minggu (15/3). Hampir seluruh pedagang terpaksa melakukan pengosongan barang dari tempat usahanya. Yang terlihat hanya beberapa toko saja yang belum melakukan pengosongan. Salahsatunya adalah toko yang berada di sebelah selatan pasar.

Mengomentari pengosongan pasar, seorang pedagang, Iwan mengatakan, sampai saat ini belum ada kesepakatan apa pun terkait empat tuntutan mereka kepada pemkab dan pengembang. Pengosongan merupakan bentuk penyelamatan aset mereka karena di lapangan terjadi pengambilan paksa aset seperti rolling door oleh pihak-pihak tertentu.(rdr)


--==oOo==--


SOPIR DATANGI KETUA ORGANDA




Puluhan sopir angkutan desa (angdes) jurusan Taraju-Pasar Baru, mendatangi kediaman Ketua Organda Kabupaten Kuningan H Ade Kusumapraja di Luragung, kemarin (16/3). Kedatangan mereka untuk menyampaikan aspirasi terkait kebijakan Pemkab Kuningan melalui Dinas Perhubungan pasca dioperasionalkannya terminal tipe A Kertawangunan.

Kehadiran mereka cukup mengejutkan aparat kepoisian setempat, karena datang secara bergerombol hingga mencapai sedikitnya 20 angdes. Mereka berangkat dan tiba di Luragung secara tertib, sekitar pukul 10.00. Di hadapan ketua Organda, para sopir angdes Taraju-Pasar Baru itu ingin pihak Organda memperjuangkan aspirasi mereka terkait kebijakan angdesnya yang tidak boleh sampai ke Pasar Baru.

Para sopir angdes ingin beroperasi sesuai jalur trayek lama yakni dari Taraju ke Pasar Baru. Sedangkan kebijakan Dishub hanya memperbolehkan angdesnya beroperasi hingga terminal tipe A. Pihaknya ingin tetap beroperasi hingga ke Pasar Baru.
Pihaknya juga tidak mau Dishub memilah angdes jurusan Taraju-Pasar Baru hanya dengan perbedaan prototipe angdes. Pihaknya ingin tetap disamakan karena baik jurusan, jarak tempuh tidak ada perbedaan.

Terkait trayek angdes Taraju-Pasar Baru, Kepala Dishub Kuningan Drs DJ Sadil Damini didampingi Kasi Angkutan Dishub Dadi Suryadi menerangkan, pihaknya telah melakukan langkah-langkah. Antara lain memotong jalur trayek angdes tersebut dan juga mengalihkannya melalui jalur lain. Pemotong jalur trayek disebabkan banyaknya angdes di jalur itu yang kerap memindahkan penumpang di pertigaan Kertawangunan.

Sementara menyangkut permasalahan trayek bus yang sampai ke kecamatan, Kadishub Sadil mengungkapkan, bahwa masalah itu sedang digodoknya. Pihaknya sudah mengajukan surat ke dishub pusat agar trayek bus AKAP diubah. Secara bertahap sedang dilakukan pembenahan. Salahsatunya tentang pengajuan penghentian trayek bagi bus AKAP ke dishub pusat(16/3).(rdr)


--==oOo==--


KAMPANYE DAMAI BANYAK DILANGGAR



Memasuki hari pertama masa kampanye terbuka atau rapat umum, sebanyak 25 parpol peserta pemilu mengikuti kampanye damai, kemarin (16/3). Bentuk kampanye damai tersebut yakni dengan cara berkonvoi bersama mengelilingi sejumlah kecamatan di lima dapil dengan mengambil start di depan kantor bupati Kuningan.

Menurut hasil liputan kuningannews, jumlah peserta konvoi melebihi apa yang telah disepakati bersama. Seharusnya, setiap parpol hanya mengikutsertakan peserta konvoi sebanyak dua kendaraan roda empat dan 5 kendaraan roda dua. Dalam kenyataannya, banyak parpol yang mengikutsertakan peserta kampanye damai melebihi ketentuan.

Kampanye damai sendiri dilepas oleh Bupati H Aang Hamid Suganda, didampingi Ketua KPU Kuningan Endun Abdul Haq MPd, Dandim 0615 Letkol Arm Mulyono, dan Kapolres AKBP Nurullah SH.

Dalam sambutannya, Bupati kuningan H Aang Hamid Suganda mengajak seluruh peserta pemilu untuk memanfaatkan masa kampanye tersebut untuk meraih simpati masyarakat. Sebab, sangat berpengaruh terhadap tingginya tingkat partisipasi rakyat terhadap pemilu yang akan dilaksanakan 9 April nanti. Sehingga, berdampak kepada baiknya kualitas pemilu.

Terkait banyaknya peserta konvoi, Ketua KPU Endun Abdul Haq MPd mengatakan, pihaknya pun tidak menduga. Itu, menunjukkan tingginya antusias warga terhadap kampanye terbuka yang telah dinanti-nantikan. Peserta kampanye damai yang melebihi ketentuan, belum bisa dikatakan pelanggaran sebelum ada keputusan dari Panwaslu.

Adapun kampanye damai tersebut, mengambil rute dari Pendopo ke Kadugede, Bayuning, Sukamulya, Cilimus, Caracas, Kramatmulya, Ciawigebang, Cidahu, Luragung, dan berakhir di Pandapa Paramartha, konvoi berjalan lancar dan tertib. Tak ada gangguan sedikit pun.(rdr)


--==oOo==--

Minggu, 15 Maret 2009

KPU KUNINGAN KUMPULKAN ANGGOTA PPK



Untuk memantapkan kesiapan menghadapi Pemilu 2009, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kuningan melakukan rapat kerja teknis (rakernis) bagi anggota dan sekretariat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kabupaten Kuningan. Kegiatan itu diselenggarakan selama dua hari, Sabtu dan Minggu (14-15/3) di Hotel Ayong Linggarjati. Seluruh anggota dan sekretariat PPK se-Kabupaten Kuningan hadir mengikuti rakernis.

Ketua KPU Kuningan, Endun Abdul Haq MPd mengatakan, rakernis sangat strategis dalam menyosialisasikan dan mengevaluasi kesiapan PPK untuk menyukseskan pemilu yang 9 April 2009 mendatang. Bahkan pihaknya juga menginstruksikan agar sosialisasi pemberian tanda contreng dilakukan KPPS hingga hari H sebelum pemungutan suara dilakukan. Hal itu penting dilakukan guna meminimalisasi tingkat kesalahan pemberian suara oleh para pemilih. Semua anggota KPU diberikan kesempatan untuk menyampaikan materi berkaitan dengan divisinya masing-masing. Hamid SH dari Divisi Hukum dan Hubungan Antarlembaga menjelaskan masalah peraturan-peraturan KPU yang harus dipahami oleh semua anggota maupun sekretariat PPK. Hal lain yang perlu diketahui adalah informasi kegiatan rapat umum yang akan dimulai Senin, 16 Maret.

Sementara, Divisi Logistik Drs Ahmad Dedi Mutiadi MPd menginformasikan mengenai kesiapan KPU Kuningan dalam menyiapkan logistik. Disebutkan, semua kotak dan bilik suara sudah diset. Kemudian proses sortir dan pelipatan surat suara untuk DPR, DPD, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten juga sudah selesai sejak beberapa hari ke belakang. Saat ini, KPU tinggal penggantian surat suara yang rusak sebanyak 2.982 lembar. Itu sudah termasuk surat suara DPR, DPD, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten.

Disamping itu Divisi Sosialisasi, Informasi, dan Pendidikan Pemilih, Hj Heni Susilawati MM memaparkan materi mengenai strategi yang berkaitan dengan sosialisasi yang dapat dilakukan oleh para anggota PPK. Heni juga menginformasikan beberapa kegiatan yang sudah dilakukannya bersama Tim Media Centre KPU Kabupaten Kuningan dalam menyosialisasikan Pemilu Legislatif 2009.

Lebih lanjut dikatakan, Ada potensi suara tidak sah dalam pemilu ini termasuk kecenderungan terjadinya golput. Sebagai penyelenggara pemilu pada berbagai tingkatan potensi suara tidak sah dapat diminimalisasi melalui kegiatan sosialisasi mengenai pemberian tanda contreng. Sementara itu, potensi golput dianggap variabel yang sulit diintervensi oleh penyelenggara pemilu karena berkaitan dengan preferensi pemilih. (rdr)



--==oOo==--


HMI GELAR SAFARI AKAL




Agenda rutin dwimingguan Pengurus Cabang HMI Kabupaten Kuningan adalah Sapari Akal atau santapan pagi hari akademis dan intelektual. Kemarin (15/3) di Masjid Syiarul Islam, Sapari Akal tersebut mengangkat tema tentang pemilihan legislatif dengan pemateri Imin Rochimin MPd.

Ketua Umum HMI Kuningan, Deden Agustira mengatakan, kajian yang berlangsung dua minggu sekali itu bertujuan untuk menumbuhkan daya kritis dan intelektual sebagai cirri akademis. Dengan mengangkat isu-isu terhangat, maka diharapkan jajaran pengurus maupun anggota HMI bisa mendapatkan pencerahan.Pisau intelektual kita sebagai insan akademis harus terus diasah. Salahsatunya melalui kegiatan Sapari Akal. Kegiatan itu bisa diikuti oleh siapa saja. Tidak hanya bagi pengurus dan anggota HMI, melainkan bagi seluruh pelajar dan mahasiswa di Kota Kuda.

Sementara itu, Kabid Pembinaan Anggota, Dedi Hendriana berkomentar soal suasana menjelang pemilu yang tinggal menghitung hari. Menurutnya, caleg dengan promosi visi misinya yang hampir semua menawarkan yang ideal, tetapi realita proses dalam pencapaian untuk menduduki kursi empuk sudah tidak relevan.

Dikatakan, banyak dana yang harus dikeluarkan untuk pemasangan gambar yang dipasang. Padahal, masyarakat sudah jenuh dengan banyaknya gambar yang semerawut. Dimana letak kesalehan lingkungannya? Lebih baik berbaur dengan mayarakat berbagi program dengan menumbuhkan kesalehan sosial itu akan lebih menancap di hati masyarakat. (RDR)



--==oOo==--

Kamis, 12 Maret 2009

TIGA UNSUR KEKUATAN UNJUK KEKUATAN



Persiapan pengamanan (pam) Pemilu 2009 di Kabupaten Kuningan, terus dimantapkan, dengan digelanyar pasukan gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, dan Tim Reaksi Cepat (TRC) Linmas Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbanglinmas) Kuningan di kompleks Pendapa Paramarta, kemarin (11/3). Mereka menggalang kebersamaan untuk mengawal dan menyukseskan agenda Pemilu 2009.

Suasana berbeda terlihat sejak pagi pukul 08.00. Ratusan personel dari empat lembaga pengamanan bersatu. Mereka kompak dan berbaur satu sama lain tanpa melihat perbedaan seragam dan atribut. Untuk kali pertama juga, jagat Kuningan disuguhi perbauran langka TNI dan Polri. Aksi kekompakan lebih menarik ditunjukkan dalam unjuk kekuatan pasukan gabungan PAM Pemilu 2009 pascaupacara gelar pasukan. Dari Pendapa Paramarta, mereka melakukan longmarch ke Jalan Siliwangi, masuk ke Jl Syekh Maulana Akbar dan memutar ke Jalan Pramuka hingga finis di area parkir Pendopo Setda.

Di sepanjang jalan, pemandangan langka tersebut menjadi tontonan menarik para pengguna jalan dan mayarakat sekitar. Yel yel penyemangat, serta lagu-lagu kebangsaan turut menjadi pewarna longmarch pasukan. Di jalan kendaraan baik roda dua maupun roda empat juga harus rela berhenti dulu guna memberi kesempatan pasukan gabungan pam pemilu lewat. Ikut memimpin rombongan, Kapolres AKPB Nurullah SH, Dandim 0615 Letkol Arm Mulyono, Kasatpol PP Indra Purwantoro SIP, dan Kasubid SDM dan Linmas Yudianto SH. Tiba di Pendopo, seluruh pasukan semakin menunjukkan kebersamaannya. Mereka berbaur berjoget ria dengan pemandu lagu oleh kapolres dan Dandim 0615.

Dandim 0615 Kuningan, Letkol Arm Mulyono usai gelar pasukan,mengatakan, sebagai tentara, pihaknya bertekad untuk ikut membantu Polri dalam pengamanan Pemilu 2009, meskipun TNI jelas tidak boleh berada di TPS. Bahkan, selain angkatan darat (AD), TNI juga siap menerjunkan Angkatan Laut (AL) dengan pembagian wilayah pengamanan tertentu. TNI sifatnya membantu pengamanan oleh Polri. Jika dalam kondisi darurat, TNI diminta bantuannya harus siap. Kami sendiri akan mengerahkan seluruh kekuatan yang ada untuk ikut pam pemilu.

Kepala Bakesbanglinmas, Drs H Adjang Supardi MSi melalui Kasubid SDM dan Linmas Yudianto SH merasa bangga bisa menjadi bagian dari PAM Pemilu 2009. Kebetulan, pihaknya sudah memiiki TRC (tim reaksi cepat) Linmas. Dimana dengan TRC, kami selalu siap memberikan bantuan pengamanan maupun bantuan tenaga lainnya untuk masyarakat, kapan pun dan di mana pun. (rdr)



--==oOo==--

TERMINAL TIPE A RESMI DIOPERASIKAN





Setelah melakukan persiapan secara matang, akhirnya Terminal Tipe A Kertawangunan mulai difungsikan Pemkab Kuningan. Kemarin (11/3), terminal elit tersebut resmi dioperasikan dengan mengubah trayek angkutan seperlunya.

Pantauan Kuningannews engoperasian terminal, berjalan lancar angkutan baik dari arah timur maupun arah kota, transit di terminal tersebut. Begitu juga angkutan besar seperti bus antarkota, seluruhnya transit di terminal itu. Aktivitas terlihat norma.

Petugas Dinas Perhubungan dengan sigap melakukan pengaturan dengan baik. Yang terlihat, terminal angkutan kecil ditempatkan di sebelah utara, sedangkan bus di tengah terminal. Hanya saja di hari pertama, aktivitas di terminal tipe A masih sepi.
.
Meskipun terminal tipe A mulai beroperasi, tapi Terminal Cirendang masih tetap difungsikan pemerintah. Hal itu guna mengatasi keluhan-keluhan para sopir angkot 03 jurusan Pasar Baru-Cirendang, angkot 04 Pramuka-Cirendang, angkot 06 Ancaran-Cirendang, angkot 08 Lengkong-Cirendang dan angkot 09 Cirendang-Cigugur. Begitu juga, angkutan elf juga masih transit di Cirendang. Khususnya elf jurusan Cirebon-Cirendang atau Cirendang-Cikijing. Beda halnya dengan bus tiga per empat, mereka tetap harus transit di terminal tipe A. Keluhan para sopir belum terdengar. Beda dengan masa uji coba beberapa waktu lalu, dimana pengoperasian terminal diwarnai aksi unjuk rasa.(rdr)



--==oOo==--


DPRK ACEH TIMUR BELAJAR INFRASTRUKTUR





Harumnya nama Kuningan dalam segi pembangunan infrastruktur, rupanya tercium sampai ke ujung barat Indonesia, Nangroe Aceh Darusalam (NAD). Terbukti, kemarin (11/3), anggota legislatif Kabupaten Aceh Timur NAD mengunjungi Kabupaten Kuningan untuk studi banding terkait pembangunan infrastruktur.

Rombongan yang dipimpin Ketua Komisi DPRK Aceh Timur Zulkifli Budiman SE tersebut berjumlah sekitar 10 orang. Selain jajaran anggota Komisi C, tampak ikut studi banding direktur PDAM Aceh Timur dan beberapa pejabat PU daerah tersebut. Mereka diterima oleh Plt Sekda, Drs H DJamaludin Noer MM dan para pejabat pemkab di aula setda.

Ketua Komisi DPRK Aceh Timur Zulkifli Budiman SE menyebutkan, kunjungan kerjanya itu dalam rangka ingin mengetahui keberhasilan pembangunan infrastruktur di Kota Kuda. Sebelum menggelar pertemuan di aula setda pukul 13.00, mereka mencoba mengunjungi sejumlah desa di Kuningan.Hasil pengamatan pihaknya jalan-jalan di Kabupaten Kuningan nyaris beraspal sampai ke pelosok desa. Bahkan sebagian besar jalan telah dihotmiks.

Kondisi seperti itu, tidak sama dengan daerahnya. Di Aceh timur, banyak pembangunan inftrastuktur yang belum terjamah. Bahkan, jalan antarkecamatan saja masih ada yang sulit dilalui. Pihaknya berusaha meniru Kabupaten Kuningan dalam upaya membangun infrastruktur.

Dalam pertemuan tersebut, pembahasan tidak hanya menyangkut soal jalan saja. Melainkan juga membahas soal pemenuhan kebutuhan air dan juga keberhasilan Kuningan di bidang pertanian. Aceh Timur ingin belajar ke Kuningan bagaimana mengembangkan sektor pertanian karena secara topografi memliki kesamaan dengan Aceh Timur.(rdr)



--==oOo==--


DJAMALUDIN NOER RESMI JADI SEKDA




Teka-teki siapa pengganti sekda pasca ditinggalkan Drs H MOmon Rochmana MM, akhirnya terjawab. Sesuai prediksi, Plt Sekda Drs H Djamaludin Noer MM diambil sumpah sekaligus dilantik menjadi sekda definitif oleh Bupati H Aang Hamid Suganda di Pendopo Setda, kemarin (12/3).

Proses pelantikan berlangsung khidmat dan dihadiri hampir seluruh pejabat teras pemkab. Dalam sambutannya, Bupati Aang menjelaskan, pengangkatan Sekda Djamal didasari karena sekda sebelumnya Drs H Momon Rochmana MM telah mencapai batas usia pensiun per September 2008 sehingga perlu diangkat sekda baru untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut.
.
Pelantikan, menurut bupati Kuningan, sekaligus menjawab pertanyaan yang selalu mengemuka di tengah mesyarakat tentang suksesi sekda. Karena itu, pihaknya berharap semua komponen masyarakat bisa memberikan support atas pengangkatan sekda baru itu. Proses pengangkatan sekda dilakukan melalui proses panjang. Dimulai dari pengajuan calon sekda sesuai Permendagri No 5/2005 tentang Pedoman Penilaian Calon Sekda, serta pejabat struktural eselon II di lingkungan kabupaten/kota kepada mendagri melalui gubernur Jabar. Setelah itu baru diturunkan rekomendasi calon sekda dari mendagri ke gubernur Jabar untuk ditetapkan pengangkatannya dengan surat Keputusan Gubernur No 133/Kep.420-BKD/2009, pelantikan berdasarkan Surat Gubernur Jabar No 821.2/941/Bangrir tentang Pelimpahan Wewenang Pelantikan Sekda Kuningan dari Gubernur Jabar ke Bupati Kuningan.

Bupati Aang juga mengingatkan kepada seluruh pejabat bahwa jabatan adalah amanah, yang wajib diaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab. Dengan begitu, pihaknya berharap dalam bekerja dengan sungguh-sungguh dalam rangka mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan sesuai prinsip good governance. Hingga akhirnya akan berdampak pada terciptanya pelayanan prima masyarakat ke masyarakat.(rdr)


--==oOo==--


LPPL SUDAH PROSES PERIJINAN




Terkait perizinan radio dan Tv lokal di Kuningan, itu sudah diproses oleh Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL). Proses perizinan tersebut sudah di Depkominfo dengan melengkapi segala persyaratan yang harus dipenuhi.

Anggota Dewan Pengawas LPPL Kuningan, Teddy Suminar(12/3) mengatakan, memang satu-satunya kabupaten di Jawa Barat yang sudah memiliki Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) yang didasarkan Peraturan Daerah adalah Kabupaten Kuningan. Itu sebuah bukti bahwa tingginya komitmen dari Pemerintah Daerah untuk membentuk Lembga Penyiran sesuai Undang-undang yng berlaku.Dan sekarang ini telah menjadi rujukan untuk kabupaten lainnya tidak hanya jawa barat tetapi dari luar jawa barat pun ada seperti Kabupten Banjarnegara Jawa Tengah , tentu akan menjadi kebanggaan kita semua.

Dilanjutkan, sejak di bentuknya Lembaga tersebut, LPPL telah melakukan proses perizinan tidak hanya Radio yakni Kuningan FM. Melainkan juga Televisi Lokal yaitu Televisi Kuningan (tvku). Proses perijinan tersebut, sudah di Depkominfo.
Semua persyaratan sudah dipenuhi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, jadi masalah frekwensi kami serahkan kepada yang berwenang dalam hal Depkominfo melalui Balai Monitoring Frekuensi (Balmon) Bandung.

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa LPPL telah dijamin Undang-undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran. Juga dijamin oleh Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2005 tentang Lembaga Penyiaran Publik. Disitu dituliskan bahwa setiap Pemerintah Daerah yang telah memiliki LPPL mempunyai hak 20 % dari alokasi Frekwensi yang ada di wilayah tersebut. Baik untuk penyiaran Radio maupun Televisi Lokal. (rdr)


--==oOo==--

Senin, 09 Maret 2009

ROAD RACE GEBRAK KUNINGAN




Minggu (8/3), Kabupaten Kuningan benar-benar digebrak oleh dua tokoh kaliber nasional. Yakni Ketua DPD RI, Prof Dr Ir H Ginandjar Kartasasmita dan mantan Ketua BPP Gapensi, Ir H Agus Gurlaya Kartasasmita. Kedua tokoh kakak beradik tersebut terjun ke Kabupaten Kuningan untuk mencari simpati masyarakat Kota Kuda. Sebab, keduanya tengah mengikuti persaingan Pemilu 2009 dalam porsi yang berbeda.

Meskipun caranya berbeda, namun kegiatan dua tokoh nasional tersebut tidak bisa dipisahkan. Caleg DPR RI dari Partai Golkar nomor urut 1, Ir H Agus Gurlaya Kartasasmita lebih dulu menggebrak Kuningan melalui kegiatan khitanan masal, pukul 08.00. Kegiatan sosial yang terpusat di kompleks Toko Milik Bersama (MB) di Kampung Serang, Kelurahan Awirarangan itu membeludak hingga mencapai ratusan. Sebab, para anak khitan didatangkan dari lima dapil se-Kabupaten Kuningan. Rata-rata mereka berasal dari keluarga tidak mampu.

Ir H Agus Gurlaya Kartasasmita mengungkapkan rasa bahagianya bisa menjalin persaudaraan, sekaligus berbagi dengan masyarakat Kuningan, terutama yang kurang mampu. Sebagai caleg, Agus meminta doa agar kebersamaannya dengan masyarakat Kuningan terus terjaga dengan baik. Banyak gagasan yang ingin ditumpahkan untuk membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kuningan.

Sementara itu, di Sirkuit Jalan Lingkar Baru Purwawinangun-Cijoho, para pembalap Kuningan tidak bisa dianggap remeh. Hal itu ditegaskan master ceremony (MC) nasional Orin Gutawa dalam Kejuaraan Road Race Ginandjar Kartasasmita Cup.
Kejuaraan yang dibuka oleh ketua DPD RI yang kini mencalonkan kembali menjadi anggota DPD RI untuk Pemilu 2009, Prof DR Ir H Ginandjar Kartasasmita itu, berlangsung seru. Sedikitnya 122 starter dari berbagai pelosok Indonesia bersaing dalam even yang diselenggarakan Paguyuban Otomotif Kuningan (Patok).

Pembalap Kuningan berhasil mendominasi kejuaraan tersebut di berbagai kelas. Seperti Asep Herdiansyah, pembalap Kuningan dari tim FMS Boxer Yan’s Agunk Motor itu sukses merajai di tiga kelas, yakni kelas bebek 4 tak 110 cc lokal, kelas bebek 2 tak, hingga 125 cc lokal wilayah Cirebon, dan kelas bebek 2 tak 110 cc lokal. Pembalap Kuningan lainnya, Aditya Saputra dari Putra Pandawa Racing Team berhasil merajai di kelas bebek 4 tak 110 cc TU lokal wilayah Cirebon. Kemudian dua kelas lainnya berhasil direbut Alviana Yusuf, pembalap Kuningan asal Tim Jakarta Motor Jumbo Oil. Dua kelas itu adalah kelas bebek 2 tak hingga 125 cc open dan kelas bebek 2 tak 125 cc TU pemula plus. Sedangkan pembalap Kuningan Yusuf Hendra memimpin di kelas sport STD hingga 155 cc open.

Sedangkan sisa kelas lainnya masing-masing direbut pembalap Cimahi, Semprul ARC di kelas OMR matic open free for all. Di kelas bebek 4 tak 110 cc STD pemula direbut pembalap Tasikmalaya Aditya Herdiana, kelas bebek 4 tak 110 cc lokal dan kelas bebek 4 tak 125 cc TU pemula diraih pembalap Cirebon, Kusen Chapunk, serta di kelas bebek 4 tak 119 cc TU pemula plus direbut pembalap Ciamis, Adi Bontot. Terakhir pembalap Sumedang Krisnovyan berhasil merajai di kelas OMR Honda.
Prestasi mereka tidak didapat dengan mudah. Lewat guyuran hujan, harus ekstra hati-hati untuk tetap bisa bersaing ketat. Begitupula belasan ribu penonton, meskipun hujan tidak mau beranjak dari sirkuit untuk menyaksikan aksi para pembalap kesayangannya. (RDR)


--==oOo==--


DEWAN KEHORMATAN GURU




Maraknya aksi kekerasan pelajar sekaligus kekerasan guru yang dipublikasikan di berbagai media, disesalkan pengurus PGRI Kabupaten Kuningan. Ketua PD PGRI Kabupaten Kuningan, Dedi Supardi SAg MPd mengatakan, prilaku kekerasan guru seperti yang ditayangkan media sangat disayangkan. Menurutnya, pendekatan punishment terhadap siswa sudah tidak bisa diterapkan di sekolah. Saat ini justru yang perlu diterapkan adalah pendekatan reward, mendorong mereka untuk berprestasi.

Ketua PD PGRI Kabupaten Kuningan, Dedi Supardi SAg MPd belum lama ini mengatakan. Sekolah itu pusat budaya yang bersifat ideal. Guru adalah seorang pendidik yang segala sesuatunya harus mencerminkan budaya ideal tersebut. Karena gurulah yang digugu dan ditiru oleh anak didiknya. Sikap dan segala sesuatu yang ada pada guru, sebetulnya merupakan proses pendidikan. Kalau guru berprilaku keras maka siswanya pun akan seperti itu. Makanya kekerasan yang marak di Indonesia tersebut sangati disesalkan.

Untuk mengantisipasinya, perlu ada penerapan UU tentang guru yang di dalamnya dibentuk Dewan Kehormatan Guru. Karena dengan adanya Dewan Kehormatan Guru, maka terdapat satu lembaga yang bertugas mengkaji kelayakan guru yang bisa direkomendasikan ke Dinas Pendidikan. Dengan adanya lembaga yang mengkaji kelayakan guru, sejauhmana mereka menjalankan kode etik guru dan lain sebagainya, maka diharapkan profesionalisme guru di Kuningan lebih meningkat. Sehingga, aksi kekerasan seperti yang dilansir di media tidak akan terjadi di Kuningan.(rdr)



--==oOo==--


BERJAYA DI OLIMPIADE JABAR



MTs Husnul Khotimah Desa Manis Kidul, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, kembali menuai prestasi gemilang. Seperti pada olimpiade tingkat provinsi yang diselenggarakan oleh Departemen Agama Kantor Wilayah Provinsi Jawa Barat, 6-7 Maret 2009 di Hotel Sarimas, Ciater, Kabupaten Subang.

Sekolah yang bernaung di bawah Pondok Pesantren Husnul Khotimah Kuningan itu mampu menyabet juara 1 pada olimpiade fisika dan matematika tingkat Provinsi Jawa Barat. Mereka adalah Faris Jaisyi Umam juara 1 olimpiade matematika, Yudrika Azka juara 1 olimpiade fisika, dan Soemi Purbowaseso Ir sebagai pembimbing fisika terbaik 1.

Di waktu bersamaan, siswa MTs Husnul Khotimah lainnya, Farhan Syakir, meraih juara 1 olimpiade matematika se-Banten, DKI, dan Jawa Barat, yang diselenggarakan oleh SMPIT As Syifa Boarding School, Subang, Jawa Barat, 7-8 Maret 2009.
Prestasi tersebut tentu saja menggembirakan pihak civitas akademika Husnul Khotimah yang saat ini sedang mempersiapkan diri untuk menyelenggarakan seleksi penerimaan santri baru (PSB) angkatan XVI, 15 Maret 2009.

Kepala MTs Husnul Khotimah, Imam Nur Suharno SPd MPdI misalnya yang ketika itu didampingi pembimbing lomba Soemi Purbowaseso Ir dan Dani Abdurrahman SPdI. Pihaknya sangat bersyukur para siswanya mampu berjaya di olimpiade se-Banten, DKI, dan Jabar.(RDR)



--==oOo==--


ULTAH TKIT DARUL AMANAH SEMARAKl




Bertepatan dengan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW, kemarin (7/3) TK Islam Terpadu (TKIT) Darul Amanah Kelurahan Purwawinangun, Kecamatan Kuningan, memperingati ulang tahunnya yang kelima. Dalam acara itu, aneka lomba yang mengundang perhatian masyarakat, digelar.

Selain mengadakan berbagai lomba seperti mewarnai, azan, hafalan surat-surat, dan peragaan busana muslim, pihak sekolah juga memberikan santunan terhadap anak yatim. Sedikitnya 70 anak yatim diberikan santunan oleh pihak pengelola TK. Pentas seni dari anak-anak TKIT Darul Amanah juga ditampilkan. Acara bertambah semarak saat diputarkan video selayang pandang kegiatan anak-anak TK.

Kepala TKIT Darul Amanah, Mimi Garmiasih SS menyebutkan, tema kegiatan yang diangkat adalah Kretarif Berkarya, Tulus Mengabdi, Peduli Sesama. Melalui kegiatan itu, pihaknya berharap seluruh anak TK dan PAUD yang hadir bisa memetik pelajaran. Dikatakan, menginjak usianya yang kelima, TKIT Darul Amanah sudah menunjukkan perkembangan cukup signifikan. Dari kuantitas, peminat TK mengalami peningkatan. Dalam setiap angkatannya, antara 40-50 anak ingin sekolah di TK tersebut. Selain itu, dari segi pengenalan masyarakat terhadap TK juga terus mengalami peningkatan.

Lebih Lanjut dikatakan, disini ada TK sekaligus PAUD. Karena sifatnya Islam terpadu, maka di sini ada sentuhan-sentuhan keislaman disamping sentuhan umum yang biasanya. (rdr)


--==oOo==--

Kamis, 05 Maret 2009

JANGAN HANYA JADI OBJEK PEMILU



Menjelang pemilu legislatif yang kurang lebih tinggal 1 bulan, kalangan pemuda tampaknya menjadi bidikan parpol maupun caleg. Hal ini karena, kaum muda memiliki peranan yang sangat penting dalam memberikan kontribusi terhadap negara. Suaranya dalam pemilu cukup signifikan, karena diperkirakan 50 persen dari total pemilih di Kota Kuda adalah pemuda.

Kepala Bidang Inkom Badan Komunikasi Kearsipan dan Perpustakaan (BKKP), Drs Dedi Kusnadi MSi (5/3) mengatakan, suhu politik menjelang pemilu yang tinggal sebulan lagi itu mulai memanas. Diprediksi dalam fenomena pemilu sekarang, gesekan politik tidak hanya terjadi antarpartai politik tetapi juga antarcalon legislatif, baik yang berbeda partai maupun dalam lingkungan partainya sendiri.

Bagi generasi muda yang memosisikan sebagai subjek, tentunya akan memanfaatkan momen pemilu itu sebagai peluang untuk menyalurkan energi politiknya dalam mendorong terjadinya perubahan politik ke arah tatanan pembangunan yang lebih baik. Idealisme, patriotisme, dan semangat perubahan , akan menggerakkan pemuda dalam menentukan pilihan-pilihan ideal.
Dalam hal ini bagi calon anggota legislatif yang kredibel, visioner, dan prospektif akan menjadi prioritas pilihan mereka.

Dikatakan Kabid Inkom, yang menjadi tantangan bagi pemuda adalah kecenderungan pihak-pihak tertentu di luar pemuda yang akan menanfaatkannya menjadi objek politik dalam pemilu. Mereka akan menarik pemuda menjadi alat politik untuk digerakkan sesuai kepentingan dalam rangka memenuhi ambisi politik.

Menurutnya, perilaku politik yang siap menang dan tidak siap kalah masih mewarnai pelaksanaan demokrasi di Indonesia.
Berangkat dari fenomena tersebut, untuk menghindari terjadinya pemanfaatan pemuda sebagai objek politik dalam pemilu dipandang perlu adanya peningkatan peran pendidikan politik bagi pemuda. Baik di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, dan internal partai politik itu sendiri yang mencakup substansi tentang hak, kesadaran partisipasi politik, etika, moralitas, dan demokrasi dalam berpolitik.

Melalui pendidikan politik, diharapkan pemuda tidak hanya sebatas menjadi objek politik. Melainkan mampu mewarnai terselenggaranya pemilu yang berkualitas, demokratis, dinamis, dan kondusif sesuai dengan komitmen Pemkab Kuningan yang mencanangkan Kuningan Sukses Pemilu 2009. (rdr)


--==oOo==--
BUTUH APBD UNTUK OPERASIONAL BAZ



Kuningan Sadar Zakat 2012 menjadi target kepengurusan Badan Amil Zakat (BAZ) Kabupaten Kuningan periode 2009-2012. Masalahnya apakah mereka mampu melaksanakan cita-cita besar tersebut, tanpa adanya sentuhan Pemkab Kuningan berupa pengalokasian anggaran dari APBD.

Tanggung jawab BAZ dalam mengelola dana zakat begitu besar. BAZ juga memiliki tuntutan tidak menggunakan dana Zakat untuk kepentingan lain, selain menyejahterakan masyarakat yang sangat membutukan uluran tangan. dengan demikian, pengurus BAZ dituntut kreatif agar bisa menjalankan roda lembaga sosial itu.

Selama ini dalam menjalankan kegiatannya, pengurus akhirnya terpaksa mengambil prosentase dari hak amilin. Meski tidak menyalahi syari’ah, tapi kepengurusan baru BAZ menginginkan bahwa seluruh dana BAZ bisa disalurkan semuanya kepada masyarakat yang membutuhkan. Dalam arti, mereka merasa kurang sreg apabila operasional BAZ diambil dari hak amilin. Untuk itu, Pemkab Kuningan untuk segera merealisasikan alokasi yang dibutuhkan para pengurus dalam menjalankan lembaga tersebut.Demikian dikatakan Ketua BAZ H Rohmat Ardian melalui Sekretaris Bidang Pengembangan BAZ, Iman Subaman SSi di sela rapat kerja BAZ dengan Dewan Pertimbangan dan Komisi Pengawasan BAZ Kuningan di aula setempat, kemarin (4/3).

Dewan pertimbangan BAZ, H A Nana Rusyana MPd mengaku pihaknya bersama unsur pelaksana BAZ telah melakukan studi banding ke BAZ Kota Sukabumi. Di sana banyak sekali pelajaran yang bisa dipetik. Di antaranya perhatian serius Pemkab Sukabumi terhadap BAZ, sehingga berdampak positif pada tingginya kesadaran masyarakat dalam menunaikan kewajiban zakat. Disamping itu, hampir di setiap rapat atau pertemuan, pejabat Pemkab Sukabumi selalu menyelipkan imbauan kesadaran berzakat. (rdr)



--==oOo==--


RASKIN SEGERA DISALURKAN KE MASYARAKAT BULAN INI




Kabar gembira bagi keluarga miskin yang rutin mendapatkan jatah beras miskin (raskin). Rencananya, minggu kedua Maret, jatah raskin bulan Februari bakal segera disalurkan. Bahkan, jika jatah Februari tersebut cepat terlunasi, maka jatah untuk bulan maret dapat segera disalurkan lagi.

Kabag Ekonomi Setda H Surdja SE melalui Kasubag Sarana Perekonomian, Drs Maman Sulaeman (4/3) menyebutkan, tahun 2009 ini raskin yang telah disalurkan baru jatah bulan Januari saja. Untuk Februari, jatah raskin bakal disalurkan pada minggu kedua bulan ini. Keterlambatan itu diakibatkan telatnya radiogram dari gubernur tentang perubahan alokasi raskin tahun ini.

Dalam menindaklanjuti radiogram dari gubernur itu tanggal 27 Februari tersebut, dalam pelaksanaannya nati, bahwa rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTSPM) disesuaikan dengan data PPLS Badan Pusat Statistik tahun 2008. Yang sebelumnya, data berdasarkan permohonan dari desa.

Dijelaskan, RTS penerima raskin tahun ini mengalami penurunan yakni sebanyak 84.272 RTS PM. Dibandingkan dengan tahun kemarin, KK penerima raskin lebih banyak sebanyak 84.446 RTS PM. Namun demikian, alokasi raskin yang diberikan mengalami peningkatan yakni sebesar 15.168.780 Kg. Sedangkan tahun sebelumnya hanya sebanyak 14.778.050 kg.
.
Untuk harga raskin, sama dengan sebelumnya. Setiap RTSPM harus mengeluarkan kocek Rp1.600/kg. Jatah untuk setiap RTSPM sebanyak 15 kg. Itu bisa berubah jika hasil musyawarah desa (mudes) menghendaki adanya pemerataan. Begitu juga dengan harga setiap kilogramnya. Jika di sebuah desa pihak pemdes menjual lebih dari Rp1.600, maka kemungkinan itu merupakan hasil mudes yang disesuaikan dengan kondisi geografis desa bersangkutan sehingga masuk kepada dana tambahan.

Pada penyaluran raskin tahun ini, pihaknya berharap agar seluruh kades melunasi pembayaran raskin tepat waktu alias lebih cepat. Sebab, dengan ketepatan waktu, sangat berpengaruh terhadap kelancaran penyaluran. Dengan begitu maka KK miskin bakal menerima haknya dengan lancar pula. (rdr)



--==oOo==--


DPD KNPI KUNINGAN AKAN MENGGELAR PELATAIHAN KEPEMIMPINAN



Era reformasi yang menuntut kecepatan dan ketepatan personal dalam bertindak, hal ini direspons secara positif oleh DPD KNPI Kabupaten Kuningan. Sebagai wadah berhimpunnya berbagai elemen pemuda, KNPI memang harus menjadi pelopor dalam hal pembentukan dan perubahan sikap pemuda agar mampu menjadi pemimpin yang cakap, bijak, tangkas dan cerdas.

Berdasarkan konsep itu, DPD KNPI Kuningan akan menyelenggarakan kegiatan pelatihan kepemimpinan di Gedung Guru Kecamatan Ciawigebang yang akan diikuti oleh 125 peserta perwakilan pengurus kecamatan (PK) KNPI dan pengurus DPD KNPI Kabupaten.Pada kesempatan tersebut, DPD KNPI mengundang senior KNPI yakni Nugraha Bessoes untuk memberikan materi tentang leadership atau kepemimpinan. Selain itu terdapat pula pembicara dari akademisi serta pengurus DPP KNPI Provinsi Jawa Barat. Mereka akan memberikan materi yang dapat me-refresh pengetahuan dan keterampilan peserta dalam menerapkan seni memimpin.

Ketua DPD KNPI Kabupaten Kuningan, Drs Dian Rachmat Yanuar MSi(4/3) mebenarkan rencana tersebut. Pihaknya, berharap kegiatan itu mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan perubahan sikap dari para pengurus PK KNPI sehingga KNPI bisa melaksanakan tugas dan fungsi sebagai wadah berhimpunnya OKP serta menjadi organisasi yang dapat memberi manfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara.

Menurut Ketua DPD KNPI Kabupaten Kuningan, Drs Dian Rachmat Yanuar , inisiatifnya untuk mendatangkan Nugraha Bessoes yang juga Sekretaris Jendral PSSI sangat tepat. Sebab selain putra Kuningan, Nugraha juga memiliki banyak pengalaman kepemimpinan di tingkat nasional. Pengalaman sukses tersebut bisa menjadi bahan rujukan bagi pemuda Kuningan lainnya agar bisa sesukses atau bahkan lebih sukses dari Nugraha Bessoes.(rdr)


--==oOo==--